Sabtu, 09 Maret 2013

Back again di kota Solo. Balik lagi ke kota yang selalu sepi. Berasa bikin hati jadi mellow. Kota yang selalu terbayang kalo dengerin lagu yang slow, yang bikin hati berasa damai.
Biasanya sih ga terlalu betah di kota yang sepi tapi karena sang pacar jadinya mau ga mau pasti balik kesini. Tapi lama-lama jadi menikmati sepi dan sederhananya kota ini. Rasanya tidak perku memikirkan banyak hal di sini. Ga sehectic kota jakarta yang rasanya bikin otak mau pecah. Terkadang saking berasa otak penuh ketawa pun jadi malas. Hiburan dan tawa itu jadi suatu hal yang mahal di sana. Selalu ada hal yangbikin emosi dan marah di kota jakarta.
Tapi di kota Solo rasanya seperti menemukan hal yang lain. Yang rasanya hilang. Entah apa tapinya sih. Belom ketemu. Atau mungkin udah ketemu tapi ga nyadar aja. Hehehe..
Setiap hari rasanya tambah lama tambah pengen pindah kesini. Kayanya sih gara-gara si pacar. Tapi juga karena di jakarta itu udah terlalu banyak kenangan yang menyakitkan dan ada orang-orang yang udah nyakitin juga. Rasanya pengen keluar dari sana dan pindah entah kemana. Sayangnya belom bisa jadi kenyataan. Andai bisa nekat. Pengennya sih nekat. Tapi kalo nekat ambil resiko gitu aja malah nanti bikin susah orang rumah. Jadilah ga bisa lakuin apa-apa selain pasrah.
Saat ini yang bisa dilakuin cuma bisa sabar aja deehh. Seperti kata semua orang akan indah pada waktunya.semoga sih begitu. Sekarang cuma kepikiran jalanin aja apa ada yang ada. Dan ga terlalu banyak mikir. Menjalani tanpa berpikir itu harusnya lebih mudah sih. Walau secara kodrat kita ya sebagai manusia mau ga mau pasti mikir. Tapi yaaa nikmatin dan jalanin aja deh..
Udah dulu deh curcol ga jelasnya. Si pacar udah nyuruh mandi. Pacar ku yang cereweett..kesayanganku..

-in memoriam kamar pacar-

Bahagia itu sederhana

Bahagia itu sederhana, sesederhana ketika melihat kamu yang tertidur lelap. Hanya memandangimu sudah membuatku bahagia. Sesederhana ketika melihatmu tersenyum dan ikut tertawa bersamamu. Sesederhana ketika kamu memelukku dan membelai rambutku. Sesederhana ketika kamu kecup keningku. Tak memerlukan banyak hal hanya untuk membuatku bahagia ketika bersamamu.
Walau untuk menggapai bahagiaku membutuhkan banyak pengorbanan. Tapi terbayar semua itu ketika melihatmu menyambutku dengan senyuman. Lalu memelukku dan menanyakan kabarku.
Aku tak peduli berapa banyak yang harus ku keluarkan, berapa jauh yang harus aku tempuh untuk menemuimu. Tak peduli seberapa lelahnya aku harus menempuh semua itu asalkan aku bisa melihatmu dan merasakan bahagia.
Bahagiaku yang sederhana, bahagia ketika aku bisa memelukmu. Bahagia aku ketika bisa mencium bau tubuhmu. Bahagia ketika aku bisa menyentuh dan membelai kulitmu. Bahagia ketika ku bisa membelai wajahmu. Bahagia ketika ku bisa memandangmu. Bahagia ketika ku menciummu. Tidak akan bisa ternilai dengan jumlah uang. Walau bahagiaku sesederhana itu.

In memoriam in solo..the city that never change..
100313